Presiden Joko Widodo Bubarkan 10 Lembaga Non-struktural

JAKARTA, Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan urusan pemerintahan, Presiden Joko Widodo pada 4 Desember 2014 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 176 tentang Pembubaran 10 Lembaga Non-struktural.Ke-10 lembaga non-struktural yang dibubarkan itu adalah:1.

Joko Widodo Bubarkan 10 Lembaga Non-struktural

Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional;2. Lembaga Koordinasi dan Pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat;3. Dewan Buku Nasional;4. Komisi Hukum Nasional;5. Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Nasional.6. Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan;7. Badan Pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu;8. Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak;9. Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia;10. Dewan Gula Indonesia.Dengan pembubaran itu, tugas dan fungsi Lembaga Koordinasi dan Pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat dilaksanakan oleh Kementerian Sosial; Dewan Buku Nasional dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; sedangkan tugas dan fungsi Komisi Hukum Nasional dilaksanakan oleh Menteri Hukum dan HAM.

Sementara itu, tugas dan fungsi Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Nasional dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak dilaksanakan oleh Kementerian Tenaga Kerja; sedangkan tugas dan fungsi Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.Adapun tugas dan fungsi Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional dilaksanakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi; sedangkan tugas dan fungsi Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk pembiayaan, pegawai, perlengkapan, dan dokumen yang dikelola oleh Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional dialihkan ke Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional; Lembaga Koordinasi dan Pengendalian Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat dialihkan ke Kementerian Sosial; Dewan Buku Nasional ke Kemendikbud; sedangkan pengelolaan hal ini di Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Nasional dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.Adapun pembiayaan, pegawai, perlengkapan, dan dokumen yang dikelola Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan dipindahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Badan Pengembangan Kawasan  Pengembangan Ekonomi Terpadu dipindahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak dipindahkan ke Kementerian Tenaga Kerja; sedangkan pengelolaan di Dewan Gula Indonesia dipindahkan ke Kementerian Pertanian.

Sementara itu, pembiayaan, perlengkapan, dan dokumen yang dikelola Komisi Hukum Nasional dialihkan ke Kementerian Hukum dan HAM; Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia dipindahkan ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; sementara pegawai pada Komisi Hukum Nasional dan Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia akan diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Pengalihan dikoordinasikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dengan melibatkan unsur Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Arsip Nasional, serta Kementerian Keuangan.Pengalihan sebagaimana dimaksud dilaksanakan paling lambat 1 (satu) tahun sejak tanggal ditetapkan Peraturan Presiden ini, demikian bunyi Pasal 4 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 176 Tahun 2014 itu.Ditegaskan juga dalam perpres ini, biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan proses pengalihan dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja negara.Melalui perpres tersebut, Presiden juga mencabut 10 keputusan presiden (keppres) yang mendasari pembentukan ke-10 lembaga non-struktural itu.Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, demikian bunyi Pasal 8 Perpres yang diundangkan pada 5 Desember 2014 oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly itu.(*)

Ini Kronologi Densus Gerebek Rumah di Bojong Gede

JAKARTA Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan peledak di Kampung Warung Jambu, RT 03 RW 08, Desa Susukan, Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Di kampung ini juga, polisi membawa seorang pria bernama Arif Hidayat (31) yang diduga terlibat dengan kelompok teror yang menempati rumah tersebut. Penggerebekan berlangsung sekitar tujuh jam.Berikut ini kronologi yang dirangkum Kompas.com dari kesaksian Ketua RW 08, Deny Iskandar:Pukul 05.00 : Petugas kepolisian berpakaian preman mendatangi rumah Deny meminta agar Deny tidak bekerja karena polisi akan menggerebek rumah di desa itu.

Gambar Densus Gerebek Rumah di Bojong Gede

Informasi awal dari kepolisian yang diterima Deny, penggerebekan terkait kasus narkoba.Pukul 08.30 : Tim Densus tiba di desa. Sekitar 50 personel bersenjata lengkap dan dipimpin oleh Brigadir Jenderal (Pol) Idham Aziz. Warga di kavling depan rumah yang akan digerebek langsung dievakuasi. Radius evakuasi mencapai 50 meter.Pukul 09.00 : Tim Densus mulai masuk ke rumah terduga kelompok teroris yang menjadi target. Rumah itu terletak di sebuah kavling perumahan yang baru saja dibangun tahun 2011. Lokasinya sangat jauh dari keramaian kota. Di kavling mini ini ada enam rumah yang dibangun berjejer dan saling berhadapan. Rumah yang menjadi incaran tim Densus berada di tengah-tengah. Di sekitar rumah itu juga sudah terisi penghuni baru.Pukul 09.15 : Tim Densus menginterogasi pemilik rumah, yakni kakak beradik, Intan dan Iqbal. Mereka ditanya perihal penghuni rumah yang ditarget Densus. Intan langsung menyahut bahwa rumah itu dikontrak oleh Anwar sekitar enam bulan lalu.

Anwar tinggal bersama dua orang temannya yang tidak diketahui namanya. Anwar, disebut Intan, datang dibawa oleh Arif Hidayat (31) yang sudah lama menjadi penduduk di sana.Begitu mendengar nama Arif, polisi langsung bilang dia masuk dalam daftar yang ditemui di Beji. Saya enggak ngerti maksudnya apa, tapi polisi langsung gerak mau nangkap Arif, kata Deny.

Namun, Deny menolak. Deny menawarkan dirinya sendiri yang membawa pria itu ke polisi lantaran dirinya masih bersaudara jauh dengan Arif. Ketika itu, Arif sedang sakit gejala tifus dan sedang berbaring di rumah mertuanya yang tinggal tak jauh dari lokasi penggerebekan.Pukul 09.30 : Arif dibawa Deny ke aparat kepolisian. Di lokasi, Arif sempat diinterogasi singkat oleh polisi soal perkenalannya dengan Anwar. Arif mengaku mengenal pria itu di Depok. Anwar diketahui sering mengajak Arif untuk melakukan jihad, tetapi Arif selalu menolak.Pukul 09.35 : Deny diajak menjadi saksi penggerebekan di rumah yang sedang menjadi target Densus. Di dalam rumah 6 x 6 meter itu, Deny melihat ada berbagai macam baju jihad, sarung tangan karet, solder, baskom plastik besar, kabel, dan alat pengukur.

Deny mengaku agak aneh melihat rumah yang baru saja ditinggal penghuninya itu. Pasalnya, Deny sama sekali tidak melihat adanya kompor, gelas, kasur, ataupun perabotan lainnya untuk hidup sehari-hari. Hanya segulung tikar tipis terlihat ada di ruang tengah.Mereka kan mengakunya meracik bubur bayi, tapi alat-alatnya enggak ada, kompor enggak ada. Gelas sampai kasur juga enggak ada di rumah itu. Kayaknya, itu rumah hanya untuk singgah saja, tutur Deny.Pukul 11.30 : Tim Densus mulai meninggalkan lokasi dengan mengangkut beberapa kardus dari dalam rumah. Arif juga turut diboyong aparat kepolisian dan disebut-sebut akan diperiksa di Mapolresta Depok.Pukul 19.00 : Garis polisi masih melingkar di sisi rumah yang menjadi lokasi penggerebekan.

Sekitar lima orang aparat kepolisian juga berjaga-jaga di sekitar lokasi. Adapun penggerebekan ini diduga terkait dengan kasus ledakan yang berasal dari sebuah rumah Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Nusantara Raya, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (8/9/2012). Dalam peristiwa itu, seorang pria mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Polisi menduga bahwa rumah itu dijadikan gudang persenjataan dan bahan peledak kelompok teror.

Lorenzo Juara Di Misano, Rossi Pesta Di Podium

SAN MISANO Jorge Lorenzo memperlebar keunggulannya di klasemen sementara balapan MotoGP dengan kemenangan ke enam kalinya musim ini setelah Dani Pedrosa terjatuh ditikungan pertama karena tersenggol bagian belakang motornya oleh Hector Barbera.Balapan MotoGP Misano yang sempat tertunda startnya karena Karel Abraham mendapatkan gangguan mekanik yang menyebabkan dikibarkan bendera kuning, beberapa pembalap sempat melesatkan motornya dari grid mereka tetapi tidak sampai menuju tikungan pertama.Pedrosa dan tim Repsol Honda kemudian berjuang untuk mendapatkan suhu ban depan lebih hangat untuk restart tetapi tidak dapat dipastikan apakah ini adalah yang menjadi penyebab roda depannya terkunci sehingga memaksa motor Pedrosa tersingkir dari grid terdepannya.Meskipun suhu ban tercapai dan memungkinkan motor RC213V Honda Pedrosa kembali bergabung tetapi berada dibelakang mobil safety car.

Lorenzo Juara Di Misano

Sehingga ia harus memulai balapan MotoGP San Marino Grand Prix dari tempat terakhir.Pedrosa kemudian berjuang dengan baik saat memasuki tikungan pertama setelah melewati beberapa pembalap CRT sekaligus tetapi kemudian tersenggol bagian belakang motornya oleh pembalap Ducati Pramac Hector Barbera.Hector Barbera yang kembali setelah beristirahat untuk cedera yang dialami saat bulan Juli juga tidak mampu menyelesaikan balapan MotoGP.Lorenzo, yang memulai dari posisi kedua sehingga secara tidak langsung menjadi pembalap terdepan balapan MotoGP dan mendominasi jalannya balapan MotoGP San Marino Grand Prix tanpa gangguan berarti dari pembalap lain.

Mengamankan klasemen sementara kejuaraan dengan unggul 38 poin saat balapan MotoGP tersisa lima balapan menuju akhir musim 2012.Setelah keluarnya Pedrosa, para fans tampa bersorak ketika melihat Valentino Rossi berada di urutan kedua yang berarti akan di podium balapan MotoGP pertama kalinya saat kondisi sirkuit kering bersama tim Ducati pada saat balapan MotoGP terakhir di Italia dimana dirinya dan Ducati berasal.Pembalap asal Italia itu langsung melakukan perayaan sebagaimana di masa lalu saat ia berlari melintasi gravel sirkuit untuk menyambut para fansnya.Valentino Rossi selama balapan MotoGP selalu dibayangi pembalap tim LCR Honda Stefan Bradl, tetapi akhirnya pembalap asal Jerman itu menurun posisinya dan harus puas di tempat keenam.

Rossi awalnya sempat khawatir bahwa motor Ducatinya akan menurun performanya saat balapan MotoGP berlangsung separuh waktu tetapi upgrade paketan motor baru Ducati telah membantunya untuk bertahan dari Bradl unutuk menyalipnya dan mengamankan posisi kedua.Pertempuran seru terjadi di posisi terakhir podium antara antara pembalap tim Gresini, Alvaro Bautista dan Tech 3 Yamaha Andrea Dovizioso.Bautista unggul tipis setelah foto finish mengkonfirmasi ia melintasi garis terlebih dahulu dan memastikan podium pertamanya balapan MotoGP tahun ini.

Hasil Balapan MotoGP 2012 Misano, San MarinoPos Pembalap Team/Bike Time/Gap1. Jorge Lorenzo Yamaha 42m49.836s2. Valentino Rossi Ducati + 4.398s3. Alvaro Bautista Gresini Honda + 6.055s4. Andrea Dovizioso Tech 3 Yamaha + 6.058s5. Ben Spies Yamaha + 7.543s6. Stefan Bradl LCR Honda + 13.272s7. Nicky Hayden Ducati + 40.907s8. Jonathan Rea Honda + 43.162s9. Randy de Puniet Aspar Aprilia + 1m09.627s10. Michele Pirro Gresini FTR-Honda + 1m13.605s11. Colin Edwards Forward Suter-BMW + 1m16.695s12. Yonny Hernandez Avintia FTR-Kawasaki + 1m19.073s13. James Ellison Paul Bird Aprilia + 1m19.408s14. Danilo Petrucci Ioda Suter-BMW + 1 lap15. David Salom Avintia FTR-Kawasaki + 1 lapTidak Finish:Aleix Espargaro Aspar Aprilia 23 lapsCal Crutchlow Tech 3 Yamaha 4 lapsMattia Pasini Speed Master Aprilia 1 lapHector Barbera Pramac Ducati 0 lapsDani Pedrosa Honda 0 lapsKarel Abraham Cardion Ducati 0 laps(autosport)

Ada Oknum Polisi Arogan di Polsek Kotabunan

Kapolres Bolmong, AKBP Hisar Siallagan SIK.KONTRA, BOLTIM Kapolres Bolaang Mongondow, AKBP Hisar Siallagan, nampaknya harus ekstra mengawasi tindak-tanduk jajaran anggotanya, terkhusus yang berada di wilayah-wilayah, seperti Polsek. Apa pasal? Tingkah laku para aparat yang semestinya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat tersebut, justru jauh dari harapan bahkan seringkali mengintimidasi warga, walau hanya persoalan sepele.

Seperti salah satu oknum Polisi yang terinformasi berpangkat Brigadir, bernama Rajiman, kini tugas di Polsek Urban Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Oknum Polisi Arogan di Polsek Kotabunan

Rajiman melakukan tindakan menjurus arogan dan meneriakkan kata bodoh serta setengah mencaci kepada orang lain, tanpa alasan jelas. Hal ini dialami langsung wartawan sekaligus Pemimpin Redaksi KONTRA, Ahmad Ishak alias Matt Jabrik, yang berpapasan dengan Rajiman, di desa Bulawan kecamatan Kotabunan.Dari keterangan Ahmad, mobil keduanya berpapasan di sebuah kerumunan kendaraan yang parkir di salah satu ruas jalan desa Bulawan. Karena sudah lebih dulu masuk di area tersebut sementara mobil Rajiman (Rush warna putih) masih agak jauh, maka dia langsung masuk.Tapi Polisi itu tetap memaksa masuk dan menghadang jalan saya, padahal sudah saya beri kode lampu sein kanan dan lampu jauh.

Karena beliau tidak membalas kode saya, maka saya langsung masuk tapi ternyata dia sengaja masuk juga dan menghadang jalan saya, tuturnya.Karena tidak ada lagi jalan tersisa, Matt Jabrik sapaan akrab Pemred Kontra ini, berusaha mengalah dan mundur sampai ke wilayah netral, agar mobil Rajiman bisa lewat.Tapi saya kaget, karena Polisi itu langsung buka kaca mobil dan marah-marah. Ini jalan saya, kata dia. Tapi saya jelaskan bahwa tadi sudah diberi kode lampu, namun tetap saja dia marah-marah bahkan teriakkan saya bodoh dan entah makian apa lagi, sementara saya bersama istri saya, tuturnya.Atas kejadian ini, Matt mengaku menyesalkan sikap menjurus arogansi yang dilakukan Polisi Rajiman.

Menurutnya, Kapolres sebagai atasan perlu menegur dan mensosialisasikan etika Kepolisian yang baik, bukannya jadi aparat yang bobrok dan arogan kepada anggotanya. Karena hal ini bisa saja terjadi kepada warga lainnya dan menimbulkan kebencian warga kepada Polisi yang akhir-akhir ini menjadi isu terkemuka di Indonesia.Saya pikir kalo soal dia mencaci dan menghina saya sambil mengatakan saya bodoh, itu masih wajar dan bisa saya terima. Saya juga maklum dengan sikap seorang anggota Polisi yang usianya cukup tua, dan sudah bertugas lama di Polsek tanpa ada roling ke daerah lain.

Mungkin dia merasa sudah jadi manusia super di boltim ini. Tapi saya meminta Kapolres Bolmong untuk bisa ekstra mensosialisasikan soal etika dan sikap seorang Polisi yang baik, kepada seluruh jajarannya, terutama yang ada di wilayah-wilayah seperti ini. Tentu, penyegaran atau roling kayaknya juga diperlukan, agar mereka bisa lebih belajar untuk menghadapi situasi dan budaya berbeda di daerah lainnya.

Kebetulan juga Kapolda baru telah dilantik, saya juga akan menyurat kepada beliau untuk lebih memperhatikan hal ini, kata Matt.Secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan kepada pak Rajiman, agar lebih santun dalam menghadapi masyarakat tempat dia bertugas. Sekarang bukan masanya lagi Polisi bertindak kasar terhadap warga, era informasi dan globalisasi saat ini semakin terbuka, juga telah membuka paradigma masyarakat mengenai tugas dan fungsi Kepolisian. Soal anda mengatakan saya bodoh, saya siap berdiskusi dengan anda soal undang-undang dan hukum di negara Indonesia ini. Paling tidak, saya bisa sharing dengan Polisi pintar yang mengatakan saya bodoh, tutupnya.Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke Rajiman belum berhasil dilakukan. Didatangi di kantornya Polsek Urban Kotabunan, yang bersangkutan tidak berada di tempat hingga sore tadi.(Ndr)

Ada Indikasi Penggelapan Uang Sisa Denda Tilang di Satlantas Bolmong?

Kasat Lantas Polres Bolmong, AKP Leo Dedy Defretes, KOTAMOBAGU—Selain perbedaan data jumlah tindakan pelanggaran (tilang) antara Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bolaang Mongondow dan Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu yang berhak menyidangkan seluruh kasus pelanggaran lalulintas ini, isu tak sedap juga menyeruak dalam proses permintaan uang titipan denda tilang yang marak dilakukan pihak satlantas dalam setiap operasi lalulintas.

Gambar Denda Tilang di Satlantas Bolmong

Sejumlah warga mengeluhkan masalah tersebut setelah mengetahui bahwa vonis pengadilan atas pelanggaran terkait surat-surat kelengkapan kendaraan, hanya sekisar Rp25 ribu. Sementara, uang titipan yang biasanya diminta oleh polisi lalulintas jumlahnya bisa mencapai Rp100 ribu untuk setiap pelanggaran. Padahal, pernyataan Kepala PN Kotamobagu, Aris Bawono Langgeng, jika uang titipan denda tilang yang diserahkan kepada Polisi lebih tinggi dari vonis pengadilan, maka sisa uang denda tersebut harus dikembalikan kepada penitip atau pelanggar.

“Masyarakat yang kena tilang lebih baik mengikuti persidangan di pengadilan, karena hasil putusan bisa jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan uang titipan,” kata Aris.Kata Aris, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bukan patokan dasar untuk pembayaran denda tilang, karena selain jenis pelanggaran yang berbeda-beda, UU tersebut juga mencantumkan denda maksimal.“Bisa jadi putusannya lebih rendah kan? Jika ini terjadi, maka uang titipan harus dikembalikan dong?” tukas Aris.Sementara, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya, Widiarto Entebone, mempertanyakan uang titipan tilang  di tempat tersebut.

Pasalnya, denda bagi pelanggar kendaraan yang tidak memakai helm berdasarkan tabel yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi (PT) Sulut tahun 2010 sebesar Rp 25 ribu. Sedangkan denda tertinggi sebesar Rp 100 ribu bagi yang kebut-kebutan atau melakukan balapan liar. Namun banyak kejadian, para pelanggar diminta untuk menitipkan uang denda dengan nilai jauh lebih besar dibanding harga dari tabel yang diberikan PN Kotamobagu.“Banyak kejadian oknum anggota Satlantas, selalu meminta uang titipan kepada pelanggar yang kena tilang, yang biasanya maksimal Rp100 ribu dan paling rendah Rp50 ribu.

Jika pelanggar memberikan Rp50 ribu, saat di persidangan nanti, putusan hanya sebesar Rp25 ribu, berarti ada selisih Rp25 ribu. Sekarang yang jadi pertanyaan, kemanakah sisa uang titipan tersebut?” kata dia.Seperti yang dialami oleh seorang warga asal Pobundayan bernama Eka. Saya kena tilang. petugas (polantas-red) minta lima puluh ribu kalau bayar di tempat.  Ambil di Kantor Satlantas malah lebih mahal, bayar seratus ribu dan harus membuat pernyataan di atas materai enam ribu, katanya.Jika rata-rata denda tilang di tempat bagi satu kendaraan bermotor diandaikan Rp50 ribu, kemudian denda yang diputuskan pengadilan atas pelanggaran yang sama hanya Rp25 ribu, maka selisihnya bisa mencapai Rp25 ribu satu pelanggar.

Jika dicocokkan perhitungannya dengan data tilang yang masuk persidangan di PN Kotamobagu sebanyak 1342 pelanggar dalam dua bulan terakhir, selisih Rp25 ribu dikalikan 1342 jumlahnya mencapai; Rp335,5 juta rupiah.Dikemanakan uang ratusan juta rupiah tersebut? Hal ini menjadi pertanyaan besar sehingga perlu klarifikasi dari pihak Satlantas Polres Bolaang Mongondow yang menarik uang titipan denda tilang tersebut.Kasat Lantas Polres Bolmong, AKP Leo Dedy Defretes, mengaku anggotanya tidak diperkenankan menerima uang titipan dari pelanggar.Anggota hanya bisa mengeluarkan surat tilang dan kemudian meminta kepada pelanggar lalu lintas untuk ikut sidang, kata Defretes.Laporkan ke saya langsung kalau ada anggota yang menerima uang titipan, tegasnya.